Senin, 30 April 2012

Itu Sudah Cukup…


Tuhan memang tidak turun tangan langsung menciptakanku seperti Ia menciptakanmu. Tapi aku tidak mempermasalahkannnya. Toh, Ia tetap menciptakanku melalui jemari tangan makhluk-Nya yang paling sempurna. Jemari tangan manusia. Dan itu sudah cukup bagiku.
Kau pasti menyadarinya, tidak sepanjang tahun kita bertemu. Hanya saat kau turun menyapa bumi aku dipergunakan. Aku hanya keluar jika kamu ada. Kita hanya dapat bercengkerama saat Tuhan menyuruhmu membasuh bumi. Marahkah aku karena ketergantunganku padamu? Tidak. Bisa bertemu denganmu, itu sudah cukup bagiku.
Aku sadar, bukan hanya aku yang mencintaimu. Bahkan orang terdekatku, dia yang memilikiku pun sangat mencintaimu. Ada kalanya ia ingin menikmatimu sendirian, tanpa aku. Menari bersamamu, membiarkan kau membelai lembut tubuhnya. Sementara aku disini hanya bisa terdiam memperhatikanmu dari kejauhan. Irikah aku? Tidak. Karena aku yakin, suatu saat nanti aku pasti akan bertemu denganmu lagi. Dan keyakinan itu sudah cukup bagiku.
Kamu tahu, bisa mencintaimu dengan semua keterbatasanku, itu sudah cukup bagiku…
Dari :
PAYUNG, yang jatuh cinta berkali-kali terhadap hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar